Selasa, 06 Oktober 2015

Landasan Teoritis Penggunaan Media Pembelajaran
 
Sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran media pembelajaran
memegang peranan yang dominan dalam proses penyampaian pesan materi pembelajaran
dari guru kepada siswa. Terdapat beberapa landasan teoritis yang mendasari penggunaan
media dalam proses pembelajaran yaitu:
1. Landasan Filosofis
Daryanto (2010:12) memaparkan landasan filosofis penggunaan media
pembelajaran yaitu bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil teknologi
baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi.
Dengan kata lain, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi
dehumanisasi. Bukankan dengan adanya berbagai media pembelajaran justru siswa
dapat mempunyai banyak pilihan media pembelajaran untuk digunakan dalam proses
pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik pribadinya. Dengan kata lain siswa
sangat dihargai harkat kemanusiaanya diberi kebebasan untuk menentukan pilhan,
baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian,
penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi. Sebenarnya perbedaan pendapat
tersebut tidak perlu muncul, yang penting bagaimana pandangan guru terhadap siswa
dalam proses pembelajaran. Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang
memiliki keprbadian, harga diri, motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang
berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil teknologi baru atau
tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan
humanis.
2. Landasan Psikologis
Belajar adalah proses yang kompleks dan unik; artinya, sesorang yang
belajar melibatkan segala aspek kepribadiannya, baik fisik maupun mental.
Keterlibatan dari semua aspek kepribadian ini akan nampak dari perilaku
belajar orang itu. Perilaku belajar yang nampak adalah unik; artinya perilaku itu
hanya terjadi pada orang itu dan tidak pada orang lain. Setiap orang memunculkan
perilaku belajar yang berbeda.
Keunikan perilaku belajar ini disebabkan oleh adanya perbedaan
karakteristik yang menentukan perilaku belajar, seperti: gaya belajar (visual vs
auditif), gaya kognitif (field independent vs field dependent ), bakat, minat, tingkat
kecerdasan, kematangan intelektual, dan lainnya yang bisa diacukan pada
karakteristik individual siswa. Perilaku belajar siswa yang kompleks dan unik ini
menuntut layanan dan perlakuan pembelajaran yang kompleks dan unik pula
untuk setiap siswa. Komponen pembelajaran yang bertanggungjawab untuk
menangani masalah ini adalah strategi penyampaian pembelajaran, lebih khusus
lagi media pembelajaran. Strategi (media) pembelajaran haruslah dipilih sesuai
dengan karakteristik individual siswa. Ia sedapat mungkin harus memberikan layanan
pada setiap siswa sesuai dengan karakteristik belajarnya. Umpamanya, siswa yang
memiliki gaya belajar visual harus mendapatkan rangsangan belajar visual,
seperti halnya siswa yang memiliki gaya auditif harus mendapatkan rangsangan
belajar auditif.
Landasan psikologis sangat penting diperhatikan dalam penggunaan media
pembelajaran, karena persepsi siswa juga sangat mempengaruhi dalam menentukan
hasil belajar. Oleh sebab itu, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan
persepsi, hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat
berjalan secara efektif. Landasan psikologis perlu diperhatikan karena dengan
pemilihan media yang tepat dapat menarik perhatian siswa dan memberikan kejelasan
objek yang diamatinya selain itu media pembelajaran yang akan digunakan dalam
proses pembelajaran harus disesuaikan dengan pengalaman siswa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar