Senin, 21 Desember 2015



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP) KELAS XI SEMESTER 1

Sekolah
: SMA
Mata Pelajaran
: Bahasa Indonesia
Kelas  /Semester
: XI/1
Alokasi Waktu           
: 2  X  45 menit ( 1 pertemuan)
                                                          
Kompetensi Inti             :
KI 1      : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2      : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan    
                sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
                cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3        : Memahami , menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, 
                 dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
                 prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4    : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan



Kompetensi Dasar
3.3 Menganalisis teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
Indikator
· menginterpretasi nilai sosial, budaya, politik dalam film
·  Menyampaikan hasil pekerjaan dalam forum diskusi

I.      Tujuan Pembelajaran
1.     Peserta didik mampu menginterpretasi nilai sosial, budaya, politik dalam film
2.     Peserta didik terampil menyampaikan hasil diskusi di depan forum

II.    Materi Pembelajaran
 Analisis nilai sosial, budaya dan politik dalam cerita pendek pada film.

III.   Metode Pembelajaran
1.    Diskusi

IV.  Langkah – Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama




Langkah – langkah Pembelajaran
Alokasi Waktu
Metode

A.  Kegiatan Awal:
1.      Guru membuka pelajaran dengan menyapa peserta didik dan menanyakan kabar:
2.      Guru meminta salahseorang peserta didik untuk memimpin doa:
3.      Guru melakukan apersepsi sebagai awal komunikasi guru sebelum melakukan pelajaran:
4.      Guru memotivasi peserta didik agar antusias dalam pembelajaran:
5.      Peserta didik mendengarkan penjelasan  guru mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan hari ini, dan tujuan yang ingin dicapai pada pembelajaran hari ini.

10 menit


B.  Kegiatan Inti
6.      Pesrta didik dibagi menjadi lima kelompok.
7.      Guru sedikit membahas mengenai pembelajaran hari ini berkenaan dengan cerita pendek dalam sebuah film pendek.
8.      Guru menayangkan film pendek berjudul “Dulu Banci’
9.      Guru menugaskan siswa untuk menganalisis film serta menginterpretasikannya dalam diskusi kelompok.
10.  Setelah menganalisis film serta menginterpretasikan film, siswa diminta mempresentasikan hasil diskusinya.
11.  Guru mengulas kembali hasil presentasi dari semua kelompok kemudian menyimpulkannya.


60 “

Diskusi

C.           Kegiatan Penutup
12.  siswa merefleksikan hasil belajar hari ini dengan harapan siswa dapat lebih peka terhadap tayangan-tayangan film di tv maupun di layar lebar dengan menginterpretasikan makna yang terkandung di dalamnya.
13.  Guru meminta salah saerang peserta didik untuk memimpin doa dan menyudahi kegiatan hari ini.


10 “



Kamis, 29 Oktober 2015

Buat kalian yang penduduk asli Cianjur atau mungkin hanya sekedar ingin tahu mengenai orang-orang yang pernah memimpin Cianjur dari pertama hingga sekarang, ini lah nama-namanya.


contoh esai tentang iklan


contoh esai tentang iklan:
 

IKLAN
(oleh : Soni Zainal Muslih)

Perkembangan zaman memicu pada berkembangnya pola pikir manusia. Pada quotes-nya anis baswedan menekankan pada sumber daya manusia. Manusialah yang lebih berharga dibanding dengan sumber daya alam yang suatu saat akan habis. Oleh karena itu manusia dituntut untuk bisa bersaing pada skala nasional maupun internasional.
Pada perkembangannya, sarana komunikasi-mengomunikasikan yang terjadi di lingkungan pada kehidupan sehari-hari seriap zamannya meningkat sangat signifikan. Perkembangan yang juga sangat menonjol adalah sarana komunikasi persuasif yang sering kita jumpai adalah iklan.
Iklan merupakan jenis komunikasi massa, karena iklan merupakan kegiatan komunikasi yang ditujukan kepada khalayak orang banyak dan bersifat heterogen. Iklan juga memiliki fungsi utama yakni menyampaikan informasi tentang produk kepada massa.
Banyak komentar pedas yang di untarakan masyarakat berkenaan dengan kemasan iklan yang terkesan memaksa, terlalu frontal, bahkan ada pula iklan yang disajikan dengan tayangan yang kurang senonoh. Memang tidak dapat dipungkiri, iklan menghiasi keberlangsungan manusia. Untuk itu iklan yang di tayangkan di televisi diatur dan diawasi oleh KPI.
Terlepas dari itu semua, iklan juga mempunyai nilai guna tinggi bagi para pengusaha, baik itu mikro maupun makro, juga sangat memudahkan para wirausahawan untuk mempromosikan barang dagangannya maupun jasanya.
Banyak manfaat yang di dapat dari iklan, namun banyak pula mudaratnya. Akan tetapi haruslah kita ambil sisi positif dari apa yang kita lihat dan yang kita dengar dari iklan karena akan menjadi pembelajaran tatkala kita membuat iklan untuk produk yang kita buat.

Selasa, 20 Oktober 2015


SYARAT / KRITERIA PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN
A.  Dasar Pertimbangan Pemilihan Media
Beberapa penyebab sebagian orang memilih media antara lain adalah: 
Sumber:
  1. Bermaksud mendemonstrasikannya seperti halnya pada kuliah tentang media
  2. Merasa sudah akrab dengan media tersebut.
  3. Ingin memberi gambaran atau penjelasan yang lebih konkret
  4.  Merasa bahwa media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukannya. 

Jadi, dasar pertimbangan untuk memilih suatu media sangatlah sederhana, yaitu dapat memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan yang diinginkan atau tidak. Mc Connel (dalam Sadiman, 1996 ) mengatakan bila media itu sesuai, pakailah ! “If The Medium Fits, Use It!”.

B. Kriteria Pemilihan Media

Pemilihan media seyogyanya tidak terlepas dari konteksnya bahwa media merupakan komponen dari sistem instruksional secara keseluruhan. Karena itu, meskipun tujuan dan isinya sudah diketahui, faktor-faktor lain, seperti karakteristik siswa, strategi belajar mengajar, organisasi kelompok belajar, alokasi waktu dan sumber, serta prosedur penilaiannya juga perlu dipertimbangkan.

Faktor yang terakhir adalah efektivitas biayanya dalam jangka watu yang panjang. Namun bila dilihat kestabilan materi dan penggunaan yang berulang-ulang untuk jangka waktu yang panjang program media grafis merupakan salah satu contoh media yang dapat digunakan.

Menurut Arsyad (2011) faktor-faktor pemilihan media dapat dilakukan dengan mempertimbangkan berikut:
  1. Hambatan pengembangan dan pembelajaran yang meliputi faktor-faktor dana, fasilitas dan peralatan yang telah tersedia, waktu yang tersedia (waktu mengajar dan pengembangan materi dan media), sumber –sumber yang tersedia (manusia dan material);
  2. Persyaratan isi, tugas dan jenis pembelajaran isi pelajaran beragam dari sisi tugas yang ingin dilakukan siswa, misalnya penghafalan, penerapan keterampilan atau penalaran dan pemikiran tingkatan yang lebih tinggi. Setiap kategori pembelajaran itu menuntut perilaku yang berbeda –beda dan dengan demikian akan memerlukan tehnik dan media penyajian yang berbeda pula;
  3. Hambatan dari sisi siswa dengan mempertimbangkan kemampuan dan keterampilan awal, seperti membaca, mengetik dan menggunakan komputer, dan karakteristik siswa lainnya;
  4. Pertimbangan lainnya adalah tingkat kesenangan (preferensi lembaga, guru, dan pelajar) dan keefektifan biaya;
  5. Pemilihan media sebaiknya mempertimbangkan pula: (a) Kemampuan mengakomodasikan penyajian stimulus yang tepat (visual dan atau audio); (b) Kemampuan mengakomodasikan respons siswa yang tepat (tertulis, audio, dan atau kegiatan fisik); (c) Kemampuan mengakomodasikan umpan balik; dan (d) Pemilihan media utama dan media sekunder untuk penyajian informasi. 
  6. Media sekunder harus mendapat perhatian karena pembelajaran yang berhasil menggunakan media yang beragam.
Dari segi teori belajar, perlu mendapatkan pertimbangan motivasi, perbedaan individual, tujuan pembelajaran, organisasi isi, persiapan sebelum belajar, emosi, partisipasi, umpan balik, penguatan, latihan dan pengulangan, serta penerapan.

C. Model/Prosedur Pemilihan Media

Bila dilihat dari bentuknya, cara-cara tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga model.
  1. Model flowchart yang menggunakan sistem pengguguran atau eliminasi dalam pengambilan keputusan pemilihan
  2. Model matriks yang menangguhkan proses pengambilan keputusan pemilihan sampai seluruh kriteria pemilihannya diidentifikasi.
  3. Model checklist yang juga menangguhkan keputusan pemilihan sampai semua kriterianya dipertimbangkan.

Meskipun belum ada penelitian khusus tentang hal ini, tampaknya model checklist lebih sesuai untuk membakukan prosedur pemilihan media jadi, model matriks lebih serasi digunakan untuk pemilihan media rancangan, sedang model flowchart dapat digunakan baik untuk menggambarkan proses pemilihan media jadi maupun media perancangan.

Sedangkan kriteria penggunaan media yaitu sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, mendukung isi pelajaran, praktis, luwes, dan bertahan, guru terampil menggunakannya, pengelompokan sasaran, dan mutu teknis. 


Sumber:

Arsyad, Azhar. 2005. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Sadiman, Arief S. (Dkk). 2008. Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan
Pemanfaatannya.Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.