Barangsiapa yang menapaki suatu jalan dalam rangka mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke Surga.
Kamis, 29 Oktober 2015
contoh esai tentang iklan
contoh esai tentang iklan:
IKLAN
(oleh : Soni
Zainal Muslih)
Perkembangan
zaman memicu pada berkembangnya pola pikir manusia. Pada quotes-nya anis
baswedan menekankan pada sumber daya manusia. Manusialah yang lebih berharga
dibanding dengan sumber daya alam yang suatu saat akan habis. Oleh karena itu
manusia dituntut untuk bisa bersaing pada skala nasional maupun internasional.
Pada
perkembangannya, sarana komunikasi-mengomunikasikan yang terjadi di lingkungan
pada kehidupan sehari-hari seriap zamannya meningkat sangat signifikan.
Perkembangan yang juga sangat menonjol adalah sarana komunikasi persuasif yang
sering kita jumpai adalah iklan.
Iklan
merupakan jenis komunikasi massa, karena iklan merupakan kegiatan komunikasi
yang ditujukan kepada khalayak orang banyak dan bersifat heterogen. Iklan juga
memiliki fungsi utama yakni menyampaikan informasi tentang produk kepada massa.
Banyak
komentar pedas yang di untarakan masyarakat berkenaan dengan kemasan iklan yang
terkesan memaksa, terlalu frontal, bahkan ada pula iklan yang disajikan
dengan tayangan yang kurang senonoh. Memang tidak dapat dipungkiri, iklan
menghiasi keberlangsungan manusia. Untuk itu iklan yang di tayangkan di
televisi diatur dan diawasi oleh KPI.
Terlepas
dari itu semua, iklan juga mempunyai nilai guna tinggi bagi para pengusaha,
baik itu mikro maupun makro, juga sangat memudahkan para wirausahawan untuk
mempromosikan barang dagangannya maupun jasanya.
Banyak
manfaat yang di dapat dari iklan, namun banyak pula mudaratnya. Akan tetapi
haruslah kita ambil sisi positif dari apa yang kita lihat dan yang kita dengar
dari iklan karena akan menjadi pembelajaran tatkala kita membuat iklan untuk
produk yang kita buat.
Selasa, 20 Oktober 2015
SYARAT / KRITERIA PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN
A.
Dasar
Pertimbangan Pemilihan Media
Beberapa penyebab sebagian orang memilih
media antara lain adalah:
Sumber:
- Bermaksud mendemonstrasikannya seperti halnya pada kuliah tentang media
- Merasa sudah akrab dengan media tersebut.
- Ingin memberi gambaran atau penjelasan yang lebih konkret
- Merasa bahwa media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukannya.
Jadi, dasar pertimbangan untuk memilih
suatu media sangatlah sederhana, yaitu dapat memenuhi kebutuhan atau mencapai
tujuan yang diinginkan atau tidak. Mc Connel (dalam Sadiman, 1996 ) mengatakan
bila media itu sesuai,
pakailah ! “If The Medium Fits, Use It!”.
B. Kriteria
Pemilihan Media
Pemilihan
media seyogyanya tidak terlepas dari konteksnya bahwa media merupakan komponen
dari sistem instruksional secara keseluruhan. Karena itu, meskipun tujuan dan
isinya sudah diketahui, faktor-faktor
lain, seperti karakteristik siswa, strategi belajar mengajar, organisasi
kelompok belajar, alokasi waktu dan sumber, serta prosedur penilaiannya juga
perlu dipertimbangkan.
Faktor yang terakhir adalah
efektivitas biayanya dalam jangka watu yang panjang. Namun bila dilihat kestabilan
materi dan penggunaan yang berulang-ulang untuk jangka waktu yang panjang
program media grafis merupakan salah satu contoh media yang dapat digunakan.
Menurut Arsyad (2011) faktor-faktor pemilihan media dapat dilakukan dengan
mempertimbangkan berikut:
- Hambatan pengembangan dan pembelajaran yang meliputi faktor-faktor dana, fasilitas dan peralatan yang telah tersedia, waktu yang tersedia (waktu mengajar dan pengembangan materi dan media), sumber –sumber yang tersedia (manusia dan material);
- Persyaratan isi, tugas dan jenis pembelajaran isi pelajaran beragam dari sisi tugas yang ingin dilakukan siswa, misalnya penghafalan, penerapan keterampilan atau penalaran dan pemikiran tingkatan yang lebih tinggi. Setiap kategori pembelajaran itu menuntut perilaku yang berbeda –beda dan dengan demikian akan memerlukan tehnik dan media penyajian yang berbeda pula;
- Hambatan dari sisi siswa dengan mempertimbangkan kemampuan dan keterampilan awal, seperti membaca, mengetik dan menggunakan komputer, dan karakteristik siswa lainnya;
- Pertimbangan lainnya adalah tingkat kesenangan (preferensi lembaga, guru, dan pelajar) dan keefektifan biaya;
- Pemilihan
media sebaiknya mempertimbangkan pula: (a) Kemampuan
mengakomodasikan penyajian stimulus yang tepat (visual dan atau audio); (b) Kemampuan
mengakomodasikan respons siswa yang tepat (tertulis, audio, dan atau kegiatan
fisik); (c) Kemampuan
mengakomodasikan umpan balik; dan (d) Pemilihan media utama
dan media sekunder untuk penyajian informasi.
- Media sekunder harus mendapat perhatian karena pembelajaran yang berhasil menggunakan media yang beragam.
Dari segi
teori belajar, perlu mendapatkan pertimbangan motivasi, perbedaan individual, tujuan
pembelajaran, organisasi isi, persiapan sebelum belajar, emosi, partisipasi, umpan
balik, penguatan, latihan dan pengulangan, serta penerapan.
C. Model/Prosedur
Pemilihan Media
Bila dilihat dari bentuknya, cara-cara
tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga model.
- Model flowchart yang menggunakan sistem pengguguran atau eliminasi dalam pengambilan keputusan pemilihan
- Model matriks yang menangguhkan proses pengambilan keputusan pemilihan sampai seluruh kriteria pemilihannya diidentifikasi.
- Model checklist yang juga menangguhkan keputusan pemilihan sampai semua kriterianya dipertimbangkan.
Meskipun belum ada penelitian khusus
tentang hal ini, tampaknya model checklist
lebih sesuai untuk membakukan prosedur pemilihan media jadi, model matriks lebih serasi digunakan untuk
pemilihan media rancangan, sedang model flowchart
dapat digunakan baik untuk menggambarkan proses pemilihan media jadi maupun
media perancangan.
Sedangkan kriteria penggunaan media yaitu sesuai dengan tujuan yang
ingin dicapai, mendukung isi pelajaran, praktis, luwes, dan bertahan, guru
terampil menggunakannya, pengelompokan sasaran, dan mutu teknis.
Sumber:
Arsyad, Azhar. 2005. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada
Sadiman,
Arief S. (Dkk). 2008. Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan
Pemanfaatannya.Jakarta:
PT Rajagrafindo Persada.
Kamis, 15 Oktober 2015
JENIS DAN KARAKTERISTIK MEDIA PEMBELAJARAN
RESUME MEDIA PEMBELAJARAN
A.
JENIS-JENIS MEDIA PEMBELAJARAN
Mengingat
banyaknya media dalam pembelajaran, maka dirasa sangat perlu untuk melakukan
pengelompokkan terhadap berbagai media pendidikan yang ada tersebut.
Pengelompokkan ini secara praktis dimaksudkan agar memudahkan kita sebagai
pengguna dalam memahami prinsip penggunaan, perawatan dan pemilihan media dalam
proses pembelajaran. Menurut Wina Sanjaya (dalam Sundayana, 2013:13), media
pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi beberapa klasifikasi tergantung
dari sudut mana melihatnya.
1. Dilihat
dari sifatnya, media dapat dibagi ke dalam:
- Media auditif, yaitu media yang hanya dapat didengar saja, atau media yang hanya memiliki unsur suara, seperti radio dan rekaman suara.
- Media visual, yaitu media yang hanya dapat dilihat saja, tidak mengandung unsur suara. Jenis media yang tergolong ke dalam media visual adalah: film slide, foto, transparansi, lukisan, gambar, dan berbagai bentuk bahan yang dicetak seperti media grafis dan lain sebagainya.
- Media audiovisual, yaitu jenis media yang selain mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang bisa dilihat, misalnya rekaman video, berbagai ukuran film, slide suara, dan lain sebagainya. Kemampuan media ini dianggap lebih baik dan lebih menarik, sebab mengandung kedua unsur jenis media yang pertama dan kedua.
2. Dilihat
dari kemampuan jangkauannya, media dapat pula dibagi ke dalam :
- Media yang memiliki daya liput yang luas dan serentak, seperti radio dan televisi. Melalui media ini siswa dapat mempelajari hal-hal atau kejadian-kejadian yang aktual secara serentak tanpa harus menggunakan ruangan khusus.
- Media yang mempunyai daya liput yang terbatas oleh ruang dan waktu, seperti film slide, film, video, dan lain sebagainya.
3. Dilihat
dari cara atau teknik pemakaiannya, media dapat dibagi ke dalam:
- Media yang diproyeksikan, seperti film, slide, film strip, transparansi, dan lain sebagainya. Jenis media yang demikian memerlukan alat proyeksi khusus seperti film projector untuk memproyeksikan film, slide projector untuk memproyeksikan film slide, operhead projector (OHP) untuk memproyeksikan transparansi. Tanpa dukungan alat proyeksi semacam ini, maka media semacam ini tidak akan berfungsi apa-apa.
- Media yang tidak diproyeksikan, seperti gambar, foto, lukisan, radio, dan lain sebagainya.
Pendapat
lain dikemukakan oleh Rudy Brets (dalam Sundayana, 2013:15) , yang
mengklasifikasikan media menjadi 7 (tujuh), yaitu:
- Media audio visual gerak, seperti: film bersuara, pita video, film pada televisi, Televisi, dan animasi
- Media audio visual diam, seperti: film rangkai suara, halaman suara, dan sound slide.
- Audio semi gerak seperti: tulisan jauh bersuara.
- Media visual bergerak, seperti: film bisu.
- Media visual diam, seperti: halaman cetak, foto, microphone, slide bisu.
- Media audio, seperti: radio, telepon, pita audio.
- Media cetak, seperti: buku, modul, bahan ajar mandiri.
B.
KARAKTERISTIK MEDIA PEMBELAJARAN
Untuk
tujuan-tujuan praktis, dibawah ini akan dibahas karakteristik beberapa jenis
media yang lazim dipakai dalam kegiatan belajar mengajar khususnya di
Indonesia.
1. Media Grafis
Media grafis
termasuk media visual. Sebagaimana halnya media yang lain media grafis
berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Saluran yang
dipakai menyangkut indera penglihatan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan
ke dalam symbol-simbol komunikasi visual.
Selain
sederhana dan mudah pembuatannya media grafis termasuk media yang relative
murah ditinjau dari segi biayanya. Berikut adalah beberapa jenis media grafis
yang sering digunakan:
a. Gambar/foto
Gambar
adalah bahasa yang umum, dipakai yang dapat dipahami, dimengerti dan
dinikmati.Oleh karena itu pepatah cina mengungkapkan bahwa Gambar berbicara
lebih banyak daripada seribu kata. Beberapa kelebihan media gambar/foto adalah:
- Sifatnya konkret; Gambar/foto lebih realistis menunjukkan pokok masalah dibandingkan dengan media verbal semata.
- Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu. Tidak semua benda, objek atau peristiwa dapat dibawa ke kelas. Peristiwa yang telah lalu, atau bahkan semenit yang lalu tak dapat kita lihat seperti apa adanya. Gambar atau foto amatbermanfaat dalam hal ini.
- Media gambar/foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita.
- Foto dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja, sehingga dapat mencegah atau membetulkan kesalahpahaman.
- Foto memiliki harga yang cukup terjangkau.
Adapun enam
syarat yang harus dipenuhi oleh gambar/foto yang baik sehingga dapat dijadiikan
media pendidikan, adalah :
- Autentik (melukiskan gambar yang sebenarnya)
- Sederhana (jelas menunjukkan poin-poin pokok)
- Memiliki ukuran yang relative (dapat memperbesar dan memperkecil obyek)
- Mengandung gerak atau perbuatan
- Gambar yang bagus belum tentu baik untuk mencapai tujuan pembelajaran.
- Tidak setiap gambar bagus merupakan media yang bagus.
b. Sketsa
Sketsa
adalah gambar yang sederhana, atau draft kasar yang melukiskan bagian-bagian
pokoknya tanpa detail.Sketsa dapat dibuat secara cepat sementara guru
menerangkan dapat pula dipakai untuk tujuan tersebut.
c. Diagram
Sebagai
suatu gambar sederhana yang menggunakan garis-garis dan symbol, diagram atau
skema menggambarkan struktur dari objek secara garis besar. Diagram menunjukkan
hubungan yang ada antar komponennya atau sifat-sifat proses yang ada di situ.
Diagram yang baik untuk digunakan sebagai media pendidikan adalah diagram yang:
- Benar, digambar rapi, diberi titel, label, dan penjelasan-penjelasan yang perlu.
- Cukup besar dan ditempatkan secara strategis
- Penyusunannya disesuaikan dengan pola membaca yang umum yaitu dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah.
d.
Bagan/Chart
Pesan yang
disampaikan biasanya berupa ringkasan visual suatu proses, perkembangan atau
hubungan-hubungan penting. Di dalam bagan sering kali kita jumpai jenis media
grafis yang lain, seperti gambar, diagram, kartun, atau lambang-lambang verbal.
Bagan harus apat dimengerti anak, sederhana dan lugas, tidak rumit atau
berbelit-belit, dan up to date. Beberapa macam bagan antara lain bagan
pohon (tree chart), bagan arus (flow chart), bagan garis waktu (time
line chart), dan stream chart.
e. Grafik
Fungsi grafik
adalah untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti, menerangkan
perkembangan atau perbandingan sesuatu objek atau peristiwa yang saling
berhubungan secara singkat dan jelas. Ada beberapa macam grafik yang
sering digunakan. Ada yang berupa grafik garis, batang, atau lingkaran.
Sebagai
media pendidikan grafik dapat dikatakan baik kalau memenuhi ketentuan sebagai
berikut:
- Jelas untuk dilihat oleh seluruh kelas
- Hanya menyajikan satu ide tiap grafik
- Ada jarak/ruang kosong antara kolom-kolom bagiannya
- Warna yang digunakan kontras dan harmonis
- Berjudul dan ringkas
f. Kartun
Kartun
sebagai salah satu bentuk komunikasi grafis adalah suatu gambar interpretative
yang menggunakan simbol-simbol untuk menyampaikan sesuatu sikap terhadap orang,
situasi, atau kejadian-kejadian tertentu.
g. Poster
Poster tidak
saja penting untuk menyampaikan kesan-kesan tertentu tetapi dia mampu pula
untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya. Poster
berfungsi untuk mempengaruhi orang-orang membeli produk baru dari
suatu perusahaan, untuk mengikuti program Keluarga Berencana atau untuk
menyayangi binatang dapat dituangkan lewat poster.
Ukurannya
bermacam-macam, tergantung kebutuhan. Namun secara umum, poster yang baik
hendaklah:
- Sederhana;
- Menyajikan satu ide dan untuk mencapai satu tujuan pokok;
- Berwarna;
- Slogannya ringkas dan jitu;
- Tulisannya jelas;
- Motif dan desain bervariasi.
h. Peta dan
globe
Pada
dasarnya peta dan globe berfungsi untuk menyajikan data-data lokasi. Secara
khusus peta dan globe tersebut memberikan informasi tentang:
- Keadaan permukaan bumi, daratan, sungai-sungai, gunung-gunung, dan bentuk-bentuk daratan serta perairan lainnya;
- Tempat-tempat serta arah dan jarak dengan tempat yang lain;
- Data-data budaya dan kemasyarakatan seperti populasi atau pola bahasa/adat istiadat;
- Data-data ekonomi, seperti hasil pertanian, industry atau perdagangan internasional.
i. Papan
Flanel
Papan
flannel adalah media grafis yang efektif sekali untuk menyajikan pesan-pesan
tertentu kepada sasaran tertentu pula. Papan berlapis kain flannel ini dapat
dilihat sehingga praktis. Gambar-gambar yang akan disajikan dapat dipasang dan
dicopot dengan mudah sehingga dapat dipakai berkali-kali.
j. Papan
bulletin
Berbeda
dengan papan flannel , papan bulletin ini tidak dilapisi kain flannel tetapi
langsung ditempel gambar-gambar atau tulisan-tulisan. Fungsinya selain
menerangkan sesuatu, papan bulletin dimaksudkan untuk memberitahukan kejadian
dalam waktu tertentu.
2. Media Audio
Berbeda
dengan media grafis, media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan
yang akan disampaikan dituangkan ke dalam lambing-lambang auditif, baik verbal
(ke dalam kata-kata/bahasa lisan) maupun non verbal. Ada beberapa jenis media
dapat kita kelompokan dalam media audio, antara lain radio, alat perekam pita
magnetic, piringan hitam, dan laboratorium bahasa.
a. Radio
Kelebihan
Media Radio :
- Harganya relatif murah.
- Memiliki variasi program yang cukup banyak.
- Sifatnya mobile, karena mudah dipindah-pindah tempat dan gelombangnya.
- Baik untuk mengembangkan imajinasi siswa.
- Dapat lebih memusatkan perhatian siswa terhadap kata, kalimat atau musik, sehingga sangat cocok digunakan untuk pengajaran bahasa.
- Jangkauannya sangat luas, sehingga dapat didengar oleh massa yang banyak.
Selain kelebihan-kelebihan
tersebut, sebagai media pendidikan radio mempunyai kelemahan-kelemahan pula,
antara lain:
- Sifat komunikasinya hanya satu arah (one way communication);
- Biasanya siaran disentralisasikan sehingga guru tak dapat mengontrolnya;
- Penjadwalan pelajaran dan siaran sering menimbulkan masalah. Integrasi siaran radio ke dalam kegiatan belajar mengajar di kelas seringkali menyulitkan.
b. Alat
perekam pita magnetic
Alat perekam
pita magnetic (magnetic tape recording) atau lazimnya orang menyebut tape
recorder adalah salah satu media pendidikan yang tak dapat diabaikan untuk
menyampaikan informasi, karena mudah menggunakannya.Ada dua macam rekaman dalam
alat perekam pita magnetic yaitu sistem full track recording dan double track
recording.
c. Laboratorium
bahasa
Laboratorium
bahasa adalah alat untuk melatih siswa mendengar dan berbicara dalam bahasa
asing dengan cara menyajikan materi pelajaran yang telah disiapkan sebelumnya.
Dalam laboratorium bahasa, murid duduk sendiri-sendiri di dalam kotak bilik
akustik dan kotak suara, sedangkan guru duduk di ruang control lewat headphone.
3. Media
Proyeksi Diam
Media
proyeksi diam mempunyai persamaan dengan media grafik dalam arti menyajikan
rangsangan-rangsangan visual.Selain itu, bahan-bahan grafis banyak sekali
dipakai dalam media proyeksi diam. Perbedaan yang jelas diantara mereka adalah
pada media grafis dapat secara langsung berinteraksi dengan pesan media yang
bersangkutan pada media proyeksi, pesan tersebut harus diproyeksikan dengan
proyektor agar dapat dilihat oleh sasaran.
Beberapa
jenis media proyeksi diam antara lain:
- film bingkai (slide),
- film rangkai (film strip),
- overhead proyektor (media transparansi)
- proyektor opaque (proyektor tak tembus pandang)
- mikrofis.
Langganan:
Komentar (Atom)